Jumat, 27 Mei 2011

Inspirasi di Jum`at Pagi

SINDROM MATERIALISTIS
(Nasehat bagi orang materialis yang sudah kehilangan kebahagiaan hidupnya)

Saudaraku, renungkanlah cerita pendek berikut:
Seorang lelaki datang kepada seorang ustadz, mengadukan persoalan keluarganya. "Saya bosan di rumah sekarang."
"Mengapa?"
"Tidak ada yang menarik?"
"Iya tentu."
"Anakmu berapa?"
"Dua. Satu laki-laki berumur lima tahun, satunya perempuan, tiga tahun."
"Pernahkah engkau memperhatikan anakmu ketika sedang makan?"
"Tidak."
"Ketika sedang bermain-main?"
"Juga tidak."
"Ketika tidur saat tengah malam?"
"Tidak."
"Coba lakukanlah itu. ketika engkau sedang memperhatikan, rasakanlah bahwa ia adalah anakmu, pelanjut denyut nadimu, yang harus kau curahi cinta dan kasih sayang. Anak-anakmu itu adalah karunia Allah untuk menyenangkan hatimu. Ketika ia makan, perhatikanlah bagaimana ia mengunyah rezeki yang dikirim Allah lewat tanganmu yang bekerja. Ketika ia tidur, perhatikanlah hidungnya yang mirip engkau, bibirnya yang mungkin mirip ibunya, dan perhatikan pula bagaimana desah nafsunya ketika menghirup dan menghembuskan udara. Itu semua film indah yang disuguhkan Allah untukmu. Kalau engkau membiasakan melakukan ini sambil mengingat Allah, engkau akan mendapatkan nikmat ruhani tiada tara. Di antara orang yang sangat malang, ialah orang yang tidak bisa menikmati keindahan yang dipancarkan Allah lewat gerak dan tingkah laku anak-anaknya sendiri,

Imam Ghazali berpuisi:
Kehidupan berlalu bersama waktu, Peristiwa terjadi setiap hari
Puaskan dirimu dengan hidupmu, kamu pasti bahagia
Tinggalkan hawa nafsumu, kamu pasti hidup merdeka
Betapa banyak kematian di antarkan emas, perak dan permata

(kutipan dari Meraih Kebahagiaan Jalaluddin Rakhmat)

Inspirasi di Jum`at Dini hari

"Ya Allah, pemberian terbaik-Mu dalam hatiku adalah harapanku kepada-Mu dan kata termanis yang meluncur dari lidahku adalah menyebut-Mu dan masa terindah bagiku adalah bersua dengan-Mu. Ya Allah, Ilahi Rabbi, aku tak tahan apabila tidak mengingat-ingat Diri-Mu di dunia ini dan bagaimana aku dapat bertahan tanpa menatap pandangan-Mu di akhirat nanti? Ya Allah, keluhku kepada-Mu adalah bahwa akulah seorang Musafir di tengah belantara bumi-Mu ini dan aku merasa kesepian di antara umat-umat-Mu lainnya."

"Ya Allah, jika aku beribadat hanya karena rasa takutku pada neraka, maka bakarlah aku di dalam api neraka-Mu. Dan jika aku beribadat hanya karena mengharap surga-Mu, maka tutuplah rapat-rapat pintu surga itu bagi diriku. Tetapi apabila aku beribadat hanya karena mencari keridhaan-Mu, maka jangan Engkau sembunyikan Keindahan Abadi-Mu itu dari pandanganku.

Luar biasa Doa Sang Maestro Sufi Rabia`ah al-Adawiyah di atas.